Ritual Paling Mengerikan Ini Kita Bisa Temukan di Dunia

Ada berbagai ritual yang sangat seram dan juga sangat mengerikan warisan dari para leluhur yang sangat sulit untuk diterima akal sehat masih saja dijalankan hingga sekarang ini. Menyayat tubuh, menahan rasa sakitnya yang sangat luar biasa sampai rela mengorbankan nyawanya hanya untuk menunjukan tingkatan keimanan hal ini dilakukan untuk pembuktian dari apa yang menjadi kepercayaan mereka dan juga belum terbukti kebenarannya.

Bagian yang paling unik yang masih tertanam, dalam masyarakat adalah adanya sisa-sisa ritual dan juga adanya tradisi yang masih sangat melekat dari nenek moyang mereka. Meskipun ritual yang mereka jalankan dan juga mereka percayai ini cukup aneh dan juga salah, tetapi mereka mengungkapkan bahwa adanya hubungan magis dari tindakan yang tidak masuk diakal ini. Berikut ini adalah ritual ritual atau tradisi yang masih dilakukan oleh orang orang dan ritual tersebut sangat aneh dan menyeramkan.

 

Memodifikasi Tubuh Menjadi Mirip Sisik Buaya

Sepik – Source of Life (uncut)

Suku Sepik di Papua Nugini menganggap buaya sebagai makhluk yang sangat suci. Mereka mengklaim memiliki hubungan spiritual dan budaya dengan reptil berbahaya ini. Oleh karenanya, suku Sepik mendorong para pemudanya untuk menyelesaikan ritual menyakitkan, yang dirancang untuk mengubah kulit tubuh mereka menjadi mirip dengan kulit buaya. Dengan menggunakan pisau cukur, tetua suku akan menyayat kulit para pemuda. Proses menyakitkan ini menghasilkan pola indah yang sangat mirip dengan kulit buaya. Untuk melengkapi ritual tersebut, para tetua kemudian menaruh abu pada luka yang menganga. Setelah upacara selesai, para pemuda itu dinyatakan sebagai pria sejati.

 

Ritual Pengorbanan Okipa

Ritual Okipa, Memotong Jari Untuk Kedewasaan | Indozone.id

Ritual Okipa dilakukan oleh suku Mandan Indian. Okipa dibuka dengan tarian Bison dan kemudian diikuti oleh atraksi pengorbanan diri yang sangat menyiksa. Para prajurit dipaksa untuk menunjukkan keberanian fisik mereka dan membiarkan para roh merasuki raga mereka. Para pemuda yang menjalani okipa diminta untuk nggak makan, minum, dan tidur selama empat hari.  Mereka kemudian digiring untuk memasuki sebuah gubuk di mana mereka harus duduk dengan wajah tersenyum, ketika kulit dada dan bahu mereka ditusuk. Setelah itu, mereka digantung di atap gubuk sampai pingsan. Prajurit yang pingsan dibawa ke bawah dan dibiarkan sampai terbangun dengan sendirinya. Setelah dia bangun, prajurit itu diminta untuk memotong jari kelingkingnya. Gak kalah bikin merindingnya

 

Ritual Menyeramkan Ashura Kaum Islam Syi’ah

Syiah dan Sejarah Panjang Kekerasan | IslamLib

Ritual Ashura adalah salah satu dari ritual tahunan yang dilakukan kaum Islam Syiah di seluruh dunia untuk menandai wafatnya cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein. Hussein wafat di pertempuran Karbala pada abad ke-7. Dalam ritual ini, orang-orang Syiah akan melukai tubuh mereka sendiri dengan rantai besi atau belati hingga bersimbah darah. Orang-orang yang hadir di ritual ini kemudian meratapi kenyataan bahwa mereka tidak hadir dalam pertempuran itu, sehingga tidak bisa ikut berperang dan menyelamatkan Hussein. Kaum Syiah umumnya percaya bahwa ritual Ashura dapat membebaskan mereka dari belenggu dosa.

 

Diasingkan dan Dibiarkan Mati Beku

Bisakah Manusia Dibekukan lalu Dihidupkan Lagi? Ini 8 Fakta Cryonics!

Salah satu cerita yang paling terkenal tentang orang Eskimo adalah praktik aneh yang mereka lakukan ketika menghadapi kematian di usia tua. Dalam ritual ini, orang Eskimo akan dibawa keluar ke laut dan dibiarkan sendirian hingga menjemput ajal. Karena orang Eskimo percaya bahwa ada dunia lain yang menanti mereka setelah mati, para anak akan mengirim orang tua mereka untuk pergi ke alam baka dengan cara yang bermartabat, tanpa menjadi beban bagi keluarga.

 

Matis, Tradisi Aneh Beranjak Dewasa

Ritual2 Sadis Berbagai Suku2 di Dunia Modern ! | wisbenbae

Ritual kedewasaan Matis dari empat fase yang sangat menyakitkan. Pada tahap pertama, racun diteteskan pada mata pria muda. Suku Matis percaya bahwa hal tersebut akan membantu meningkatkan indera penglihatan anak laki-laki mereka. Tahap kedua dan ketiga melibatkan siksaan fisik, tubuh para pemuda akan dicambuk dan dipukuli berulang kali. Pada tahap akhir, para pemuda disuntik dengan racun Kampo, yang diekstrak dari katak monyet. Kampo tidak bersifat halusinogen, meskipun dapat menyebabkan respon psikologis yang ekstrem. Selain itu, racun ini juga dapat menyebabkan berbagai efek pada tubuh seperti muntah dan gerakan usus yang tidak terkendali. Suku Matis sangat percaya bahwa kalian mampu meningkatkan daya tahan dan kekuatan anak laki-laki mereka, dan membuat mereka menjadi pria sejati dan pemburu yang mahir.

 

Festival Thaipusam

Festival menjadi salah satu jenis yang paling umum dari ritual manusia, dan Thaipusam adalah salah satu yang paling menarik dalam kategori tersebut. Festival ini sebagai simbol untuk menaklukkan kejahatan setan Soorapadman oleh Murugan dengan tombak yang diberikan oleh Parvati. Acara ini dilaksanakan setiap bulan purnama di bulan Tail Thai, bulan Januari atau Februari masehi. Persiapan festival Thaipusam adalah bagian awal dari aksi ekstrim yang akan dilakukan selama festival. Mereka yang akan melakukan festival akan berpuasa selama 48 hari, mereka hanya diperbolehkan makan satu kali dalam sehari dan makanannya harus murni yang disediakan dari ritual ini.

Thaipusam: A Festival Fit for National Geographic • Sand In My Curls

Pada hari festival akan terlihat banyaknya pengabdian yang mereka tunjukkan selama festival. Pengabdian yang dilakukan termasuk melakukan pencukuran rambut di kepala, melakukan tindik di berbagai bagian tubuh bahkan melukai tubuh sendiri. Banyak atraksi menusukkan tombak kecil di tubuh mereka sendiri untuk simbol menghormati pembunuhan Soropadan. Yang tidak tahan melihat darah sepertinya harus menghindari festival yang satu ini.

 

Vine Jumping

Dari manakah Bungee Jumping sebenarnya berasal? Pernahkah kalian bertanya tentang hal itu? Hal ini menjadi bentuk yang agak aneh sekaligus menantang adrenalin dari kegiatan ini. Ritual menantang ini dilakukan di pulau Pentakosta, Vanuatu. Masyarakat di sana akan membangun sebuah menara besar dari kayu, mengikat pergelangan kaki mereka dengan tanaman merambat dan kemudian melompat. Cukup menantang mengingat tali yang mereka pakai berasal dari tanaman merambat bukannya sebuah tali yang aman untuk bungee jumping. Ada legenda di balik ritual ini yang mengisahkan seorang wanita yang marah dengan perilaku agresif seksual dari suaminya, jadi dia lari ke hutan dan memanjat menara tongkat. Wanita ini sampai di ujung menara dan mengikatkan tanaman merambat pada kakinya dan melompat.

See the original bungee jump in Vanuatu - AmazingPlaces.com

Dia selamat karena tali yang diikatkan menahannya dari benturan ke tanah. Suaminya yang ternyata mengikutinya juga ikut melompat dari menara, tapi ia tidak membuat ikatan pada kakinya dan akhirnya mati di terbentur tanah. Masyarakat dari Vanuatu sekarang melakukan lompatan ini untuk memastikan mereka tidak pernah tertipu oleh perempuan dengan cara ini lagi. Namun sepertinya mereka perlu mengupgrade kualitas tali yang dipakai.

 

Menari Bersama Mayat

Ritual yang biasa disebut tradisi Famadihana dilakukan oleh Suku Malagasi di Hauts Plateaux, Madagaskar. Melalui ritual ini, arwah jenazah dipercayai akan mencapai akhirat. Uniknya, ritual dilakukan 7 tahun sekali. Setelah mayat dikubur selama 7 tahun, kuburan akan dibongkar. Mayat akan diajak menari layaknya orang yang masih hidup.

Ritual Kematian, Menari bersama Mayat di Madagaskar Dapat Memicu Covid-19 –  Jernih.co

Bagi orang-orang Suku Malagasi, ritual menari bersama mayat dinikmati bak acara pesta. Lagu-lagu kebangsaan diperdendangkan, makanan dan minuman disajikan meriah. Sanak saudara dari jenazah akan mendekati mayat lalu membuka tali dan bungkusannya. Mereka akan menbanjur mayat dengan anggur. Setelah selesai, mayat ditutup kembali dan orang-orang melanjutkan tariannya.