Ritual Seks Aneh Ini Mulai Ditinggalkan Seluruh Dunia

Hal ini sangat berbeda dengan yang ada di Indonesia yang hingga saat ini masih belum bisa menerima adanya seks bebas atau seks di luar nikah, ada beberapa suku yang ada di belahan dunia malah sebaliknya. Mereka akan menjalankan ritual seks yang sangat unik, mulai itu dari berhubungan seks dibawah umur, berhubungan seks sesama jenis, hingga berbagai ritual ritual yang ada dan juga sangat unik lainnya yang mungkin saja tidak bisa kalian bayangkan sebelumnya ‘kok bisa seperti itu’. Namun mayoritas dari ritual seks yang akan disebutkan dibawah pada saat ini sudah tidak lagi dijalankan oleh beberapa suku tangkasnet yang ada karena berbagai alasan yang ada. Nah berikut ini adalah ritual seks yang paling teraneh yang ada di dunia.

Perempuan Dewasa di Suku Mangaian langsung Mengajarkan Seks ke Remaja Laki-laki

Edukasi seks memang seharusnya diberikan sejak dini. Hal tersebut juga dilakukan oleh masyarakat Mangaian, sebuah pulau di Samudra Pasifik. Namun, edukasi seks yang mereka berikan berbeda dengan yang kita kenal saat ini.  Jika edukasi seks menurutmu meliputi pentingnya memakai kondom, mengenal menstruasi, dan lain-lain, masyarakat Mangaian justru mengajarkan bagaimana cara melakukan aktivitas seksual kepada para remaja laki-laki. Jadi, materi yang diajarkan meliputi cara memuaskan perempuan, cara mencapai orgasme, posisi seks, dan lain sebagainya. 

Sulit Dipercaya! ini 7 Ritual Seks yang Paling Unik di Seluruh Dunia – Info Kalteng

Lebih uniknya lagi, semua itu tidak hanya sekadar teori. Dilansir Sex Info Online, para perempuan dewasalah yang akan mengajarkannya kepada remaja laki-laki sekaligus mempraktikkannya. 

 

Di Papua Nugini ada Ritual Minum Sperma

Negara tetangga Papua Nugini juga memiliki ritual seks yang aneh. Di daerah bernama Sambia anak laki-laki harus meninggalkan ibunya dari usia tujuh tahun. Mereka juga tidak diperbolehkan kontak dengan perempuan lain. Mengutip Exploring Your Mind, ini dilakukan karena masyarakat setempat menganggap perempuan adalah makhluk yang “kotor”.

DringkingVora: Tradisi Minum Air Mani Oleh Suku Sambian di Papua Nugini

Anak laki-laki akan mengikuti ritual kedewasaan di mana mereka harus memasang tindik dan bahkan minum air mani lelaki dewasa. Tujuannya adalah agar si anak cepat tumbuh dewasa dan menjadi “laki-laki sejati”.

 

Anak-anak diperbolehkan Berhubungan seksual di Papua Nugini

Masih dari Papua Nugini, budaya yang satu ini berasal dari suku bernama Trobriander. Masyarakat setempat memiliki kepercayaan bahwa anak-anak boleh melakukan hubungan seksual. Untuk laki-laki, mereka boleh memulainya dari usia sepuluh hingga 12 tahun, sedangkan batas umur untuk perempuan adalah enam hingga delapan tahun. Tidak hanya itu, anak perempuan juga sudah diajarkan cara menggoda laki-laki sejak mereka masih kecil. 

Tradisi Seksual Di Papua Nugini, Anak-Anak Dibawah Umur Ini Dilegalkan Berhubungan Intim - Gaekon

Namun perlu diketahui, mereka tidak harus menikah untuk berhubungan seksual. Sebab, masyarakat Trobriander menganggap hubungan seksual sangatlah wajar dan tidak harus ada komitmen untuk melakukannya. 

 

Di Kamboja ada Pondok Cinta untuk Remaja Perempuan

Orangtua suku Kreung di Kamboja akan membangun sebuah pondok “cinta” untuk anak perempuannya yang berusia sembilan hingga 13 tahun. Setiap malam, akan ada laki-laki yang menghampiri pondok tersebut untuk memikat si perempuan. Tidak hanya itu, terkadang mereka juga berhubungan seks di dalam pondok tersebut. Si laki-laki bisa tinggal beberapa malam sesuai dengan keinginan si pemilik pondok. Setelah berhubungan dengan orang yang berbeda, barulah perempuan bisa memilih siapa yang ia inginkan menjadi pasangannya. 

Pondok Cinta, Cara Tradisional Gadis Kamboja Temukan Jodoh - kumparan.com

Tradisi ini tidak berlangsung hingga saat ini. Pada tahun 2003, ritual pondok “cinta” dihentikan setelah ada beberapa remaja perempuan mendapat perlakuan seksual yang agresif dari laki-laki. 

 

Seks Massal di Air Terjun di Haiti

Selama ini Haiti, negara kecil di Laut Karibia, terkenal dengan tradisi voodoo dan agama Katolik yang kuat. Ternyata mereka juga memiliki ritual seks yang berkaitan dengan gabungan kepercayaan tersebut. Masyarakat menyebutnya sebagai The Saut D’eau Ritual. Setiap bulan Juli, para pasangan suami istri akan pergi ke air terjun Saut D’eau yang dianggap sakral dan suci karena mereka percaya Bunda Maria sempat tinggal di sana. Para pasutri akan telanjang dan mandi bersama-sama. Tidak lupa, air untuk mandi dicampur terlebih dahulu dengan darah sapi yang mereka korbankan. 

Sulit Dipercaya! ini 7 Ritual Seks yang Paling Unik di Seluruh Dunia – Info Kalteng

Setelah itu, barulah puncak ritual diselenggarakan. Pasangan yang datang akan bercinta bersama-sama di bawah air terjun tersebut. Ritual ini dipercaya bisa memurnikan, menyembuhkan, dan membawa banyak rezeki untuk keluarganya.

 

Berbagi Istri dengan Saudara di Nepal

Menurut laporan Exploring Your Mind, penduduk Nepal yang tinggal di daerah Himalaya mengalami kelangkaan lahan. Itulah kenapa sulit untuk membangun keluarga di sana. Untuk menyiasatinya, masyarakat Nepal memiliki tradisi berbagi istri atau poliandri. 

Menguak Praktik Berbagi Istri Ala Suku Himalaya yang Bakal Membuatmu Bersyukur Tinggal di Indonesia - Boombastis.com | Portal Berita Unik | Viral | Aneh Terbaru Indonesia

Jadi sesama saudara laki-laki yang satu keluarga harus menikahi perempuan yang sama. Dengan begitu, mereka tidak perlu tinggal secara terpisah dengan satu sama lain. Anak yang dihasilkan dari pernikahan pun tidak terlalu banyak karena hanya ada satu perempuan. Namun untuk saat ini, praktik tersebut sudah mulai ditinggalkan. 

 

Baul, Ritual Minum Darah Haid di India

Mengutip Vice, Baul adalah sebuah sekte religius di India yang menggabungkan elemen agama Hindu, Islam, Budha, dan Tantra. Mereka mengagungkan cairan tubuh, termasuk air mani, kotoran, urine, dan darah menstruasi. Baul menyebutnya sebagai “four moons” atau “empat Bulan”. Setiap kali ada remaja perempuan yang mendapatkan menstruasi pertamanya, masyarakat Baul akan mengadakan selebrasi. Darah menstruasi tersebut ditampung kemudian dicampur dengan susu sapi, kamper, air kelapa, dan gula aren. Setelah itu, keluarga dan teman-teman si perempuan harus meminumnya. 

Hal ini secara khusus berlaku untuk para lelaki karena mereka tidak memiliki darah menstruasi sehingga harus “menyerapnya” dari sumber eksternal. Dari sumber yang sama, masyarakat Baul percaya bahwa darah tersebut akan memberikan kekuatan memori, kulit jadi lebih halus, suara lebih merdu, dan jiwa jadi lebih bahagia. 

 

Tradisi Mencuri Istri di Nigeria

Suku Wodaabe di Nigeria, Afrika Barat akan selalu berkumpul di musim hujan setiap tahunnya untuk menyelenggarakan Gerewol. Ini merupakan festival di mana para lelaki memakai kostum dan mengikuti semacam kontes kecantikan. Mereka akan mengecat wajahnya, memakai kalung, topi, dan beragam aksesori suku tersebut. 

Mencuri Istri Orang, Tradisi Unik Suku Wodaabe – african union

Namun festival ini bukanlah mencari siapa yang paling tampan. Alih-alih, tujuan dari dandanan tersebut adalah untuk “mencuri” istri laki-laki lain. Si perempuan hanya perlu menunggu sampai lelaki idamannya lewat, kemudian menepuk pundaknya. Di waktu senja, semua pasangan pun “menghilang” dan menikmati waktu bersamanya yang singkat.

 

Bercinta Tanpa Mengenal Jenis Kelamin di zaman Yunani Kuno

Masyarakat Yunani Kuno percaya bahwa identitas seksual tidak ada kaitannya dengan gender dan preferensi. Dilansir The Guardian, terdapat istilah pederasty di Yunani Kuno yang berarti bahwa tradisi laki-laki dewasa menyetubuhi laki-laki di bawah umur (minimal 12 tahun). Mereka tidak melihat hubungan seksual sebagai tindakan yang dilakukan lawan jenis melainkan siapa yang dipenetrasi dan yang mempenetrasi. Dalam kata lain, mereka menyebutnya sebagai dominan dan submisif.

Art Now and Then: Thomas Couture

Laki-laki dewasa disebut sebagai eraser. Mereka adalah pihak dominan yang dipandang maskulin, kuat, dan menjadi role model. Sedangkan lelaki muda atau eromenos yang sering diasosiasikan dengan kecantikan, kemurnian, dan masa muda.

 

Ritual Paling Mengerikan Ini Kita Bisa Temukan di Dunia

Ada berbagai ritual yang sangat seram dan juga sangat mengerikan warisan dari para leluhur yang sangat sulit untuk diterima akal sehat masih saja dijalankan hingga sekarang ini. Menyayat tubuh, menahan rasa sakitnya yang sangat luar biasa sampai rela mengorbankan nyawanya hanya untuk menunjukan tingkatan keimanan hal ini dilakukan untuk pembuktian dari apa yang menjadi kepercayaan mereka dan juga belum terbukti kebenarannya.

Bagian yang paling unik yang masih tertanam, dalam masyarakat adalah adanya sisa-sisa ritual dan juga adanya tradisi yang masih sangat melekat dari nenek moyang mereka. Meskipun ritual yang mereka jalankan dan juga mereka percayai ini cukup aneh dan juga salah, tetapi mereka mengungkapkan bahwa adanya hubungan magis dari tindakan yang tidak masuk diakal ini. Berikut ini adalah ritual ritual atau tradisi yang masih dilakukan oleh orang orang dan ritual tersebut sangat aneh dan menyeramkan.

 

Memodifikasi Tubuh Menjadi Mirip Sisik Buaya

Sepik – Source of Life (uncut)

Suku Sepik di Papua Nugini menganggap buaya sebagai makhluk yang sangat suci. Mereka mengklaim memiliki hubungan spiritual dan budaya dengan reptil berbahaya ini. Oleh karenanya, suku Sepik mendorong para pemudanya untuk menyelesaikan ritual menyakitkan, yang dirancang untuk mengubah kulit tubuh mereka menjadi mirip dengan kulit buaya. Dengan menggunakan pisau cukur, tetua suku akan menyayat kulit para pemuda. Proses menyakitkan ini menghasilkan pola indah yang sangat mirip dengan kulit buaya. Untuk melengkapi ritual tersebut, para tetua kemudian menaruh abu pada luka yang menganga. Setelah upacara selesai, para pemuda itu dinyatakan sebagai pria sejati.

 

Ritual Pengorbanan Okipa

Ritual Okipa, Memotong Jari Untuk Kedewasaan | Indozone.id

Ritual Okipa dilakukan oleh suku Mandan Indian. Okipa dibuka dengan tarian Bison dan kemudian diikuti oleh atraksi pengorbanan diri yang sangat menyiksa. Para prajurit dipaksa untuk menunjukkan keberanian fisik mereka dan membiarkan para roh merasuki raga mereka. Para pemuda yang menjalani okipa diminta untuk nggak makan, minum, dan tidur selama empat hari.  Mereka kemudian digiring untuk memasuki sebuah gubuk di mana mereka harus duduk dengan wajah tersenyum, ketika kulit dada dan bahu mereka ditusuk. Setelah itu, mereka digantung di atap gubuk sampai pingsan. Prajurit yang pingsan dibawa ke bawah dan dibiarkan sampai terbangun dengan sendirinya. Setelah dia bangun, prajurit itu diminta untuk memotong jari kelingkingnya. Gak kalah bikin merindingnya

 

Ritual Menyeramkan Ashura Kaum Islam Syi’ah

Syiah dan Sejarah Panjang Kekerasan | IslamLib

Ritual Ashura adalah salah satu dari ritual tahunan yang dilakukan kaum Islam Syiah di seluruh dunia untuk menandai wafatnya cucu Nabi Muhammad, Imam Hussein. Hussein wafat di pertempuran Karbala pada abad ke-7. Dalam ritual ini, orang-orang Syiah akan melukai tubuh mereka sendiri dengan rantai besi atau belati hingga bersimbah darah. Orang-orang yang hadir di ritual ini kemudian meratapi kenyataan bahwa mereka tidak hadir dalam pertempuran itu, sehingga tidak bisa ikut berperang dan menyelamatkan Hussein. Kaum Syiah umumnya percaya bahwa ritual Ashura dapat membebaskan mereka dari belenggu dosa.

 

Diasingkan dan Dibiarkan Mati Beku

Bisakah Manusia Dibekukan lalu Dihidupkan Lagi? Ini 8 Fakta Cryonics!

Salah satu cerita yang paling terkenal tentang orang Eskimo adalah praktik aneh yang mereka lakukan ketika menghadapi kematian di usia tua. Dalam ritual ini, orang Eskimo akan dibawa keluar ke laut dan dibiarkan sendirian hingga menjemput ajal. Karena orang Eskimo percaya bahwa ada dunia lain yang menanti mereka setelah mati, para anak akan mengirim orang tua mereka untuk pergi ke alam baka dengan cara yang bermartabat, tanpa menjadi beban bagi keluarga.

 

Matis, Tradisi Aneh Beranjak Dewasa

Ritual2 Sadis Berbagai Suku2 di Dunia Modern ! | wisbenbae

Ritual kedewasaan Matis dari empat fase yang sangat menyakitkan. Pada tahap pertama, racun diteteskan pada mata pria muda. Suku Matis percaya bahwa hal tersebut akan membantu meningkatkan indera penglihatan anak laki-laki mereka. Tahap kedua dan ketiga melibatkan siksaan fisik, tubuh para pemuda akan dicambuk dan dipukuli berulang kali. Pada tahap akhir, para pemuda disuntik dengan racun Kampo, yang diekstrak dari katak monyet. Kampo tidak bersifat halusinogen, meskipun dapat menyebabkan respon psikologis yang ekstrem. Selain itu, racun ini juga dapat menyebabkan berbagai efek pada tubuh seperti muntah dan gerakan usus yang tidak terkendali. Suku Matis sangat percaya bahwa kalian mampu meningkatkan daya tahan dan kekuatan anak laki-laki mereka, dan membuat mereka menjadi pria sejati dan pemburu yang mahir.

 

Festival Thaipusam

Festival menjadi salah satu jenis yang paling umum dari ritual manusia, dan Thaipusam adalah salah satu yang paling menarik dalam kategori tersebut. Festival ini sebagai simbol untuk menaklukkan kejahatan setan Soorapadman oleh Murugan dengan tombak yang diberikan oleh Parvati. Acara ini dilaksanakan setiap bulan purnama di bulan Tail Thai, bulan Januari atau Februari masehi. Persiapan festival Thaipusam adalah bagian awal dari aksi ekstrim yang akan dilakukan selama festival. Mereka yang akan melakukan festival akan berpuasa selama 48 hari, mereka hanya diperbolehkan makan satu kali dalam sehari dan makanannya harus murni yang disediakan dari ritual ini.

Thaipusam: A Festival Fit for National Geographic • Sand In My Curls

Pada hari festival akan terlihat banyaknya pengabdian yang mereka tunjukkan selama festival. Pengabdian yang dilakukan termasuk melakukan pencukuran rambut di kepala, melakukan tindik di berbagai bagian tubuh bahkan melukai tubuh sendiri. Banyak atraksi menusukkan tombak kecil di tubuh mereka sendiri untuk simbol menghormati pembunuhan Soropadan. Yang tidak tahan melihat darah sepertinya harus menghindari festival yang satu ini.

 

Vine Jumping

Dari manakah Bungee Jumping sebenarnya berasal? Pernahkah kalian bertanya tentang hal itu? Hal ini menjadi bentuk yang agak aneh sekaligus menantang adrenalin dari kegiatan ini. Ritual menantang ini dilakukan di pulau Pentakosta, Vanuatu. Masyarakat di sana akan membangun sebuah menara besar dari kayu, mengikat pergelangan kaki mereka dengan tanaman merambat dan kemudian melompat. Cukup menantang mengingat tali yang mereka pakai berasal dari tanaman merambat bukannya sebuah tali yang aman untuk bungee jumping. Ada legenda di balik ritual ini yang mengisahkan seorang wanita yang marah dengan perilaku agresif seksual dari suaminya, jadi dia lari ke hutan dan memanjat menara tongkat. Wanita ini sampai di ujung menara dan mengikatkan tanaman merambat pada kakinya dan melompat.

See the original bungee jump in Vanuatu - AmazingPlaces.com

Dia selamat karena tali yang diikatkan menahannya dari benturan ke tanah. Suaminya yang ternyata mengikutinya juga ikut melompat dari menara, tapi ia tidak membuat ikatan pada kakinya dan akhirnya mati di terbentur tanah. Masyarakat dari Vanuatu sekarang melakukan lompatan ini untuk memastikan mereka tidak pernah tertipu oleh perempuan dengan cara ini lagi. Namun sepertinya mereka perlu mengupgrade kualitas tali yang dipakai.

 

Menari Bersama Mayat

Ritual yang biasa disebut tradisi Famadihana dilakukan oleh Suku Malagasi di Hauts Plateaux, Madagaskar. Melalui ritual ini, arwah jenazah dipercayai akan mencapai akhirat. Uniknya, ritual dilakukan 7 tahun sekali. Setelah mayat dikubur selama 7 tahun, kuburan akan dibongkar. Mayat akan diajak menari layaknya orang yang masih hidup.

Ritual Kematian, Menari bersama Mayat di Madagaskar Dapat Memicu Covid-19 –  Jernih.co

Bagi orang-orang Suku Malagasi, ritual menari bersama mayat dinikmati bak acara pesta. Lagu-lagu kebangsaan diperdendangkan, makanan dan minuman disajikan meriah. Sanak saudara dari jenazah akan mendekati mayat lalu membuka tali dan bungkusannya. Mereka akan menbanjur mayat dengan anggur. Setelah selesai, mayat ditutup kembali dan orang-orang melanjutkan tariannya.