Ritual Seksualitas Gila Ternyata Pernah Ada di Indonesia

Berhubungan badan adalah satu hal yang tidak sesimpel itu dengan hanya menyalurkan sebuah hasrat kemudian selesai. Tapi mengandung arti yang sangat kompleks. Hubungan biologis adalah sebuah hubungan manifestasi dari sebuah bentuk rasa kasih sayang yang ada di antara sebuah pasangan atau juga sebuah cara yang dianggap sebagai aktivitas penanda seorang manusia yang dimulainya kedewasaan. Bahkan hubungan badan juga bisa direalisasikan dengan hal-hal yang berbau keagamaan. Seksualitas sendiri juga dikemas kedalam berbagai ritual yang dimana prakteknya biasanya akan dilakukan oleh banyak suku yang ada di dunia. 

Ritual Seksualitas Gila di Indonesia

Di Afrika sendiri misalnya, adalah dengan salah satu suku yang ada dan mempraktikkan ritual curi mempelai. Dalam ritual ini dimana mereka harus mengenakan banyak sekali atribut serta yang nantinya terpenting adalah bisa nyolong atau mengambil si wanita untuk kemudian dapat dikawini. Tak hanya di negeri Afrika, di beberapa tempat lainnya juga ada, misalnya saja di daerah Tibet yang dimana terdapat sebuah ritual berbagi istrinya. Seperti inilah, sebuah seksualitas yang terbalut dalam sebuah ritual agama.

Masih dalam sebuah soal ritual hubungan badan, di Indonesia sendiri ternyata juga dahulu pernah terdapat beberapa ritual menyalurkan kebutuhan biologis yang dibalut ke dalam sebuah ritual dengan tujuan-tujuan tertentu. Dimana sekarang ini sebuah arus modernisasi sudah sangat berkembang dengan pesat namun masih ada beberapa suku yang melakukan tradisi seksualitas seperti yang akan dibahas. Dalam artikel ini akan dibahas beberapa Ritual-ritual tentang Seksualitas aneh yang ada di indonesia sebagai berikut ini. 

Ritual Sunat & Hubungan Badan ala Suku di Timor Barat

Bagi beberapa suku, sunat sendiri adalah sebuah ritual kedewasaan yang dimana cukup penting. Peristiwa dari pemotongan ini menjadi sebuah indikasi jika si remaja sudah benar-benar dikatakan sudah dewasa. Hal ini juga lah yang dilakukan oleh beberapa suku yang berada di Timor Barat, Indonesia. Namun, yang di lakukan orang-orang sana tak hanya mengemas sebuah tradisi sunat dengan pemotongan klup saja, namun menyelipkan sebuah aktivitas hubungan banda. 

Jadi ketika nantinya luka setelah pemotongan belum benar-benar sembuh, dimana si laki-laki nantinya dalam tradisi haruslah berhubungan badan dengan wanita. Tujuannya adalah untuk dapat membuang panas yang ada di alat kelaminanya. Hal ini secara filosofi menurut mereka adalah cara yang dilakukan untuk dapat membuang sial. Ritual ini wajib untuk dilakukan dan jika sudah sembuh maka si laki-laki nantinya akan menjadi seorang pria sejati. Sekarang ini tradisi ini juga masih sering dilakukan. 

Ritual Hubungan Badan Dengan Dukun

Ritual kedewasaan yang memang kebanyakan selalu menyisipkan sebuah hubungan badan. Tak hanya yang terjadi di daerah Timor Barat saja tapi juga terjadi di beberapa suku yang ada di indonesia timur. Namun, sebuah ritual hubungan badan ini berbeda bentuknya. Ya seperti yang sudah di katakan oleh Gilbert H. Herd yang ada di dalam bukunya yang dimana seorang remaja baru dianggap sudah dewasa jika ia sendiri sudah melakukan sebuah hubungan badan dengan dukun. Hal yang menghebohkan dari ritua ini adalah dimana si dukun ini adalah seorang pria. Jadi dalam sebuah ritual ini nantinya adalah hubungan antara sesama pria. Ritual ini dalam masyarakat sana juga menjadi sebuah ritual yang wajib hukumnya untuk dilakukan seorang remaja yang dimana dikatakan beranjak dewasa dan juga sudah menuju sebuah kedewasaan. Atau ritual ini juga umumnya sebuah ritual yang juga masih dilakukan dan masih dipercaya hingga saat ini.

Ritual Hubungan Badan Ekstrim ala Suku Kelepom

Ritual kedewasaan yang juga tak hanya dilakukan oleh pria saja, tapi ritual yang juga dilakukan para wanita. Seperti halnya yang dipraktikkan oleh Suku Kelepom sebuah suku yang ada di Papua. Ritual kedewasaan ini sendiri bisa dibilang sebuah ritual kedewasaan yang sangat ekstrim dan juga melibatkan sebuah hubungan badan. Jadi dimana bagi para gadis yang dianggap dewasa, mereka harus dapat melakukan sebuah ritual hubungan badan dengan seorang pria yang sudah menikah. Ya, pria-pria yang dimana sudah menikah dianggap mempunyai sebuah keistimewaan dan juga nantinya di percaya akan memberikan berkahnya kepada si gadis. Setelah ritual ini juga selesai, si wanita nantinya akan dianggap langsung dianggap sebagai seorang sosok yang sudah dewasa yang juga dimana wanita tersebut juga sudah siap mengembang banyak tanggung jawab. Ritual ini juga sudah lama menjadi sebuah ritual yang ditinggalkan karena beberapa di antaranya tidak sesuai dengan ajaran agama yang masuk ke dalam suku ini.

Adat Perkawinan Kuno di Ponorogo

Di Ponorogo sendiri dahulu pernah diadakan sebuah tradisi perkawinan kuno yang dinamai dengan nama Gemblak. Jadi, nantinya ketika usai melangsungkan sebuah upacara pernikahan tersebut nantinya kedua mempelai akan berpisah tidurnya yang akan berlangsung beberapa hari. Yang dimana nantinya si wanita akan tidur dengan keluarganya sedangkan untuk si pria sendiri dirinya akan tidur ditemani oleh Gemblak. Gemblak sendiri adalah seorang pria juga, namun ia bukan seorang laki-laki biasa, gemblak sendiri menurut sejarah nya dirinya selalu tampan dan ia merupakan teman tidur dari Work atau juga semacam tetua atau juga seorang yang penting di sana. Nantinya si pria dan juga Gemblak biasanya juga akan langsung melakukan sebuah hubungan badan. Namun tradisi ini sudah lama ditinggalkan. 

Tradisi Perkawinan Aneh Suku Marind

Dalam sebuah bukunya yang berjudul Manusia Irian, dimana Jan Boelaars berhasil mengungkapkan sebuah fakta aneh dalam bukunya yaitu tentang perkawinan suku Marind yang ada di Papua. Ya biasanya setelah sebuah pernikahan pasangan laki-laki dan juga perempuan akan tidur bersama, maka berbeda dengan pria-pria yang ada di suku Marind. Mereka lebih memilih untuk dapat menghabiskan malam pertamanya juga dengan seorang pria. Alasannya adalah karena pria-pria ini tidak dapat begitu saja menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada wanita. Tidur dengan istri di malam pertama akan membuat kesan pria dalam suku Marind kehilangan pamornya. Dimana dalam suku ini sendiri nantinya si pria akan menghabiskan malam dengan pria lainnya dan akan membuat si pria tersebut juga melakukan sebuah hubungan badan yang akan dilakukan oleh sesama pria dalam suku ini. Hal ini dinilai sebagai sebuah kehormatan karena pria tidak menyerahkan dirinya secara utuh kepada wanita. 

Seperti itulah ritual-ritual yang yang dilakukan oleh suku-suku yang ada di  indonesia yang dimana hal tersebut melibatkan hubungan biologis di dalamnya. Jika berkaca dari sebuah cara mata modernitas kita pasti menganggap bahwa tradisi seksualitas di atas adalah ritual gila. Namun bagi para praktisnya ini adalah hal ini semacam kewajiban yang harus dilakukan. Bahkan bernilai sangat sakral. Beberapa ritual di atas mungkin sudah lama tidak dilakukan namun ada beberapa yang masih dilakukan hingga kini. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Terimakasih.